Minggu, 16 Juni 2013

Untuk Saudariku

0 komentar
Untuk saudariku,,


Saudariku yang tegas
Saudariku yang sigap
Saudariku yang santai
Saudariku yang pintar
Saudariku yang gaul
Saudariku yang rapi
Saudariku yang kritis
Saudariku yang kreatif
Saudariku yang supel
Saudariku yang super-super lainnya...

Aku kagum, kagum sama kalian,
Biarkan aku belajar dari kalian ^^
Belajar untuk diam dan berpikir
Belajar untuk bicara dan beramal..

Minggu, 02 Juni 2013

FUSI FTUI-FKDF Unpad: Saudara Selamanyaa :)

1 komentar
Bismillah..



Kemarin, 1 Juni 2013, menjadi hari bagi saya dan temen-temen dari FUSI FTUI untuk melakukan studi banding ke FKDF Unpad di Jatinangor, Bandung. Wah, seneng rasanya, habis lelah lelah UAS bisa jalan-jalan ke Bandung hehe. Kami berangkat dari kampus pagi hari, naik Bibir (Bis biru) temennya Bikun (Bis kuning) -keduanya adalah bis kampus kami tercinta hehe- dan sampai di sana sekitar waktu dzuhur. Kami pun disambut oleh kakak-kakak disana yang nantinya mereka juga akan mendampingi kita selama stuban ini. Oia, di sana sebutannya bukan "kakak" biasa tapi "akang" dan "teteh".. mau asalnya dari mana juga tetep dipanggil akang teteh :)

Seusai shalat dzuhur, kami pun berbincang-bincang dan entah kenapa dari dulu saya selalu suka suasana seperti ini, suasana akrab yang begitu saja mengalir, melalui ucapan, melalui perbuatan, atau bahkan sekedar melalui pandangan :). Selanjutnya acara inti dari kunjungan kita dimulai, bukan jalan-jalannya loh, tapi studi bandingnyaa. Dimulai dari sambutan dan games kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari FKDF Unpad oleh Kang Noor Hafizh, kedua FKDF yang sekarang. Oia FKDF itu kependekan dari Forum Komunikasi Dakhwah Islam Fakultas, jadi seperti Salamnya UI. Jadi, kami studi banding dengan lembaga dakwah yang satu tingkat di atas kami, yaitu di level universitas. Jadi gak sebanding ya? hehe, saya juga bingung, tapi insyaAllah tetap ada hasil yang kita bawa untuk perbaikan FUSI ke depannya :).

Sabtu, 30 Maret 2013

Ada Tempat Sampah di Angkot

0 komentar



Ketika kegiatan di kampus selesai, seperti biasanya, saya berjalan pulang dan menumpangi angkot T.19 jurusan Depok-Rambutan. Waktu itu, ada pemandangan baru buat saya. Yaap, di dalam angkotnya ternyata ada tempat sampah. “waa keren yaa, di angkot ada tempat sampah” pikir saya waktu itu. Memang sering sekali saya lihat, orang membuang sampah sembarang. Mereka menyantap makanan atau minuman dan ketika sudah habis, dengan mudahnya kemasan makanan dan minuman itu dibuang di kolong kursi angkot. Di bis juga sama. Dulu juga rasanya saya pernah jadi salah satu orang yang berbuat seperti itu. Dan sedang belajar untuk tidak melakukannya lagi.

Sabtu, 05 Januari 2013

Enaknya Masakan Ibu

0 komentar

Bicara soal makanan emang gak ada habisnya. banyak hal yang bisa diomongin. Mulai dari makanan ringan, makanan berat, resep, rasa, cara buatnya, tips dan trik, dan masih banyak lagi. Tapi harus tetep kita inget, makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan :). Baiknya kita makan pada saat lapar dan berhenti sebelum kenyang, biar gak sakit perut hehe. Bicara soal masakan Ibu, masakan ibuku tentunya :), beliau memang suka masak tapi sayang karena ibuku sehari-harinya bekerja, waktu masaknya sempit, tak seperti ibu-ibu rumah tangga lainnya. Tapi jangan salah, sekalinya masak, masakannya enaaak, paass gimana gitu hehe. Bukan aku aja yang bilang tapi saudara-saudara yang lain juga bilang gitu loo. Masakannya sederhana tapi rasanyaa.. cetarr membahana wkwkwk

 bakwan

                      sayur sop pakai ayam                            sambal goreng kentang


Apa ibuku beralih profesi buka warung makan aja yah? Jadi bisa masak enak terus hehe
Semangat ibuku sayaangg, anti cinta Ibu karena Allah ^^

Kamis, 27 Desember 2012

KERSOS 2012, we love ummi ^^

0 komentar
Kersos 2012, berbagi kasih beragam kisah. Itu taglinenya.. dan di penghujung shift 1 acara ini, kata-kata itu baru terasa lebih bermakna. Saya, meu, beby, nadya, bela, ka rara, ka dila, kita tergabung dalam kelompok 12. Kita tinggal di rumah warga untuk menjalankan misi kersos ini. Kita tinggal di rumah ummi enah. Beliau adalah sosok ibu dengan perangai yang ramah. Mengenakan kerudung dan memiliki perawakan seperti ibu kebanyakan yang membuat ummi terasa lebih ramah. Badannya tidak tinggi dan kurus, tetapi sedikit gemuk, kecil, dan wajah yang murah senyum. Pertama kali kita datang ke sana, mengetuk pintu rumah ibu enah, tapi tidak ada jawaban dari sang empunya rumah. Tiba-tiba dari belakang beliau muncul dan berkata bahwa ummi sudah menunggu kita di muka jalan  rumahnya, tepatnya di warung kayu sederhana miliknya. Kita disambut hangat oleh ummi yang ternyata memiliki kesibukan di warungnya. Ummi segera mempersilakan masuk seraya mengatakan pada kita untuk maklum dengan kedaan tempat tinggalnya. Padahal, kita sempet bersyukur dapat rumah tinggal yang lumayan luas, dan rapi itu, tapi ummi malah minta maaf hehe. Dibandingkan dengan rumah tinggal teman yang lain, rumah ummi tergolong lebih nyaman dan luas. Alhamdulillah ^^. Kita akan menempati rumah itu selama empat hari tiga malam. Di awal pertemuan kita dengan ummi, ummi sudah bilang bahwa beliau mungkin tidak akan banyak membantu kita dalam urusan rumah. Kita tidak ada masalah dengan itu karena sudah diberi tumpangan untuk tidur pun sudah alhamdulillah. Mengalirlah dari kami dan ummi obrolan-obrolan singkat yang mempererat hubungan kami. Di malam kedua, kami juga bertemu dan berbincang banyak dengah teh nining, putri ummi enah. Teh nining sudah mempunyai dua orang putri cantik yang masih bersekolah di sekolah dasar. Teh nining sendiri termasuk orang desa yang punya pembendaharaan kata yang banyak meskipun beliau orang Sunda. Pekerjaan teh nining banyak berkaitan dengan kesehatan dan pelayanan masyarakat. Beliau sering mendapat pelatihan dan mengurus warga yang menderita penyakit, mulai dari pengobatan di desa Kiara Sari hingga berobat ke rumah sakit rujukan di daerah lain. Beliau juga ramah sama seperti umminya. Malam itu kami berbincang sambil menonton TV bersama kedua anak dan keponakannya. Kami membicarakan banyak hal, berharap hubungan baik di antara kita perlahan terbangun dan kami dapat meninggalkan kesan baik ketika kami pamit nanti, karena bagaimanapun kami harus bersikap layaknya tamu dengan adab yang baik.

Rabu, 26 Desember 2012

Ketika Kita Mengeluh

0 komentar

Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin...”
Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “JADI”, maka Jadilah” (Yaasiin ; 82).

Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw...”
Allah menjawab : “dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat” (QS.An-Naba :9)

Ketika kita mengeluh : “Berat banget, gak sanggup rasanya...”
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan” (QS. Al-Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh : “Stressss nih, Panik...”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang” (QS. Ar-Ro’d :28)

Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh.. ini mah semua bakal sia-sia...”
Allah menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya” (QS. Al-Zalzalah :7)

Ketika kita mengeluh : “Gila aja, gw sendirian gak ada seorangpun yang mau bantuin...”
Allah menjawab : “Berdoalah (Mintalah) kepada-KU, niscaya Aku kabulkan untukmu” (QS. Al-Mukmin :60)

Ketika kita mengeluh gak lolos tes / interview buat kerja : “ Duh.. sedih banget deh gw, Galaaau”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

Ini postingan yang udh banyak di share temen-temen, tapi saya tetep seneng, karena jawabannya menenangkkan hati :), jadi kita harus tetep berusaha untuk berprasangka baik pada-Nya, apapun itu mencoba menerima dengan ikhlas bahwa itu yang terbaik, diambil positifnya aja ^^
 

Simple Notes Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template